SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG - SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT

Minggu, 12 Juni 2011

Ilmuwan Teliti Baterai Tenaga Kuman






Jakarta - Penelitian energi alternatif yang menjadikan bakteri dan mikroba lainnya sebagai sumber energi makin mendekati kenyataan. Bakal hadir gadget bertenaga bakteri?

Perkembangan dalam penelitian itu terjadi setelah adanya temuan terbaru dari peneliti di Inggris.ilmuwan menemukan adanya 'kabel' dari bakteri yang diteliti.

Apa yang ditemukan para peneliti adalah struktur bakteri yang ternyata memiliki semacam 'kabel' yang menembus dinding sel. Bagian tubuh yang berukuran sangat kecil itu berguna untuk melepas sisa energi listrik yang tidak dibutuhkan sang mikroba.

Dengan adanya termuan ini, peneliti bisa merancang elektroda yang lebih baik untuk menangkap energi yang dilepaskan bakteri. Penemuan itu diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences di AS.

"Sebelum ini, memanen listrik dari bakteri sama seperti membuat perangkat tanpa tahu seperti apa baterai yang digunakan. Kini kamu sudah punya cetak birunya," ujar peneliti Tom Clarke dari University of East Anglia, Inggris.

Menurut Clarke, semua mahluk hidup menghasilkan listrik. Misalnya, manusia menggunakan listrik untuk menjalankan otak dan jantungnya.

Hanya saja, bakteri ini memiliki mekanisme untuk melepaskan listrik yang berlebihan. Karena, ujar Clarke, jika terjadi penumpukan listrik semua aktivitas bakteri itu akan berhenti.

Bakteri yang diteliti bernama Shewanella oneidensis. Hidup bakteri itu ada di lingkungan tanpa oksigen (anaerobik). Menurut Clarke, butuh waktu hingga sepuluh tahun lagi sebelum bakteri itu bisa digunakan untuk sumber energi. Misalnya untuk lampu atau ponsel.

Wow, Bikini Bisa Isi Ulang Baterai iPod

Kehabisan baterai iPod saat bersantai di pantai? Tidak perlu khawatir jika pengguna memakai bikini ini, karena selain berfungsi menutupi badan, ia dapat pula melakukan isi ulang baterai iPod.

Solar Bikini, demikian namanya, pada dasarnya adalah pakaian renang yang terbuat dari panel tenaga surya dan dapat menyimpan listrik. Nah, pakaian ini punya kabel untuk isi ulang gadget. Tak cuma iPod tapi juga kamera dan sebagainya.

Dikutip detikINET Dari DailyMail, Senin (6/6/2011), perangkat tersebut didesain oleh Andrew Schneider, desainer asal New York. Ia menjual Solar Bikini dengan banderol 120 poundsterling.

"Anda bisa mengisi ulang melalui koneksi USB dengan Solar Bikini, dengan asumsi bahwa Anda berada di luar ruangan dan di bawah sinar matahari," ucap Schneider.

Pemakai Solar Bikini masih tetap dapat berbasah-basah di laut tanpa khawatir perangkatnya rusak. Dan jika ingin melakukan isi ulang, mereka perlu berjemur lagi di bawah sinar matahari.

6 Langkah Menyelamatkan Ponsel yang Basah Kuyup



Pernahkah ponsel Anda tercebur atau basah lantaran kehujanan? Tenang, kejadian naas itu bukan akhir segalanya. Simak langkah-langkah untuk menyelamatkan ponsel yang sudah basah kuyup tersebut.

Berikut 6 langkah taktisnya:

1. Jangan Panik
Sepele memang, namun ini benar-benar penting. Biasanya orang yang baru tersadar bahwa perangkat genggam kesayangannya telah tercebur lantas panik. Akibatnya, ia malah tidak berbuat apa-apa, hanya meratapi keadaan.

Padahal jika tidak panik dan bisa mengendalikan emosi, ia dapat mengambil langkah yang lebih bermanfaat. Segera keluarkan ponsel itu dari zona 'berbahaya' dan lakukan tindakan pertolongan pertama.

2. Keluarkan Baterai
Inilah tindakan pertama yang harus dilakukan ketika ponsel Anda tercebur atau basah lantaran kehujanan, keluarkan baterai. Langkah ini harus diambil dengan cepat untuk menyelamatkan sirkuit-sirkuit di perangkat tersebut agar tidak rusak terkena air. Tak lupa, lepas juga segala aksesoris yang melekat pada ponsel, seperti cover dan gantungan kunci.

3. Keringkan
Ada banyak cara untuk mengeringkan ponsel yang tengah basah. Cara sederhana yang direkomendasikan adalah dengan mengelapnya dengan handuk atau tisu. Jika tidak ada, menggunakan sapu tangan juga bisa menjadi pilihan.

Hal ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan terlalu banyak menggoyang dan menggerakkan ponsel tersebut. Selain itu, usahakan agar partikel-partikel kecil dari handuk atau bahan yang digunakan untuk mengelap agar tidak tertinggal di bagian dalam ponsel.

4. Vacuum Cleaner vs Hair Dryer
Terdengar lucu memang, namun menggunakan alat penyedot debu (vacuum cleaner) dapat bermanfaat untuk mengeluarkan sisa-sisa air di dalam perangkat ponsel Anda.

Di sisi lain, jangan coba menggunakan hair dryer. Ingat, kedua alat ini (vacuum cleaner dan hair dryer) memiliki cara kerja berbeda. Vacuum beroperasi dengan cara menghisap, sedangkan hair dryer malah bekerja dengan menyemburkan angin. Nah, sifat hair dryer inilah yang berpotensi untuk mendorong sisa-sisa air yang ada di ponsel untuk terjerembab lebih jauh ke bagian dalam perangkat.

5. 'Kubur' dalam Beras
Simpan ponsel yang habis 'main basah-basahan' tersebut pada sesuatu yang dapat menyerap air. Metode yang paling populer adalah menempatkannya di wadah yang berisi beras. Pasalnya, beras memiliki sifat untuk menyerap kelembaban. Ini berlaku pada segala macam jenis beras. Perlu waktu untuk melakukan cara ini, atau akan lebih baik jika ponsel tersebut 'dikuburkan' saja semalaman.

6. Sabar
Setelah semua langkah di atas dilakukan, kini 'jurus' terakhir adalah soal kesabaran. Pengguna diimbau untuk tidak langsung kembali menyematkan baterai dan coba menyalakan ponsel tersebut ketika sudah menjalankan cara-cara di atas. Ada baiknya, tunggu setidaknya 24 jam. Satu hal penting terakhir, jangan lantas terburu-buru untuk membeli ponsel baru, sebab biasanya dengan cara-cara di atas banyak ponsel yang basah kuyup bisa terselamatkan.

Selamat mencoba...