SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG - SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT

Selasa, 14 Juni 2011

Sering Kentut? Makan Saja Pepaya






Membuang gas dari dalam tubuh atau yang kita kenal dengan kentut memang merupakan hal yang alami dilakukan oleh setiap orang. Namun, bagaimana bila anda terlalu sering melakukannya, tentu anda akan merasa malu bukan. Nah, untuk itu, perlu cara untuk dapat mencegah kentut agar tidak berulang kali terjadi. Salah satu cara yang dapat anda lakukan yakni dengan cara mengkonsumsi pepaya.



Enzim pepaya disebut dengan papain. Papain yang sering digunakan untuk membantu sistem pencernaan secara alami, terbuat dari getak putih atau getah susu yang ditemukan pada buah pepaya muda dan batang pepaya.

Ilmuwan University of Pittsburgh Medical Center menjabarkan getah pepaya yang sudah diekstrak dan dikeringkan menjadi bubuk sering digunakan untuk membantu tubuh mencerna protein dan mengobati gangguan pencernaan termasuk sering kentut.

Papain juga memiliki efek modulasi pada sistem kekebalan tubuh dan antitumor atau bersifat antikanker. Papain bersifat sama seperti enzim yang terdapat pada pankreas manusia dan berfungsi untuk mencerna dan merangsang reaksi sel.

Oleh karena itu, seperti dilansir Livestrong, Kamis (3/2/2011), enzim pepaya dapat sangat membantu bagi orang yang tidak cukup memproduksi enzim pankreas, yang menyebabkan gejala gangguan pencernaan seperti perut kembung dan sering kentut.
Selain itu, papain juga memiliki efek menguntungkan bagi orang yang mengalami sakit kronis, alergi makanan dan penyakit autoimun.

University of Michigan Health System menuliskan orang yang menderita pankreatitis, alergi makanan, penyakit celiac, penyakit Crohn atau penyakit gastroesophageal reflux (GERD), bisa menggunakan papain untuk meringankannya.
Selain makan buah pepaya, papain atau enzim pepaya juga dapat diperoleh dengan mengekstrak getah pepaya dan mengeringkannya menjadi bubuk.

Namun pada beberapa orang tertentu, papain sering menimbulkan efek samping tertentu, seperti menyebabkan iritasi mulut, alergi, peradangan perut, kerongkongan atau usus.
Papain juga dapat berinteraksi negatif terhadap obat-obatan tertentu dan menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius bagi sebagian orang. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan papain bila Anda memiliki alergi atau sedang minum obat-obatan tertentu.

Biasanya orang yang tidak menggunakan getah pepaya yang sudah diekstrak akan mengambil getah yang ada di daun pepaya. Caranya dengan merebus dauh pepaya sehingga getahnya bisa ikut keluar dan rebusan airnya diminum ditambah sedikit garam.

Mengenali Tanda-tanda fisik stres Kronis









Seseorang biasanya tidak menyadari kalau mengalami stres. Oleh karena itu, kita harus mengidentifikasi tanda-tanda stress untuk mengatasi hal tersebut, karena bagi banyak orang, kelelahan, sakit kepala atau gangguan fisik lainnya dianggap sebagai hal yang normal, tetapi sebenarnya ini adalah merupakan indikator stress kronis.


Jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut, disarankan untuk istirahat atau liburan Untuk menghindari stress menjadi Kronik.
1. Sakit kepala pada akhir pekan
Para peneliti di University of Washington yang mengkhususkan diri dalam sakit kepala., mengatakan bahwa Penurunan tingkat stres dapat menyebabkan migrain. Oleh karena itu tidak mengherankan ketika akhir pekan, sakit kepala muncul. Jika Anda sering mengalami hal ini, disarankan untuk tidur dan makan secara teratur, untuk meminimalkan stress.

2. Merasakan Nyeri haid lebih dari biasanya
Menurut penelitian yang dilakukan oleh tim dari University Harvard, kebanyakan wanita yang mengalami stres, sakit akan berlipat ganda dengan kondisi ini, dibandingkan dengan mereka yang tidak stres.
Para peneliti menemukan bahwa stres memicu ketidakseimbangan hormon dan ini mengakibatkan rasa sakit yang disebabkan oleh meningkatnya waktu dianggap lebih dari biasanya.

3. Pengalaman mimpi aneh
Peneliti dari Rush University Medical Center mengatakan bahwa Mimpi-mimpi biasanya normal ketika tidur cukup dan ketika Anda bangun mood akan lebih baik.
Namun, ketika Anda sedang stres dan sering terbangun, akan menyebabkan timbulnya mimpi yang tidak menyenangkan atau aneh sepanjang malam.

Senin, 13 Juni 2011

Nyetir Mobil Pakai Layar Sentuh







Stuttgart - Inovasi dalam dunia otomotif terus berlangsung. Di masa depan, menggunakan kemudi setir konvensional dipastikan akan ketinggalan zaman. Kini sebuah tim sedang meneliti kemungkinan untuk menggunakan roda kemudi yang berbasiskan layar sentuh.

Sebuah tim peneliti dari University of Stuttgart, University of Duisburg-Essen dan German Research Center for Artificial Intelligence kini sedang bekerja sama untuk membuat sebuah prototipe roda kemudi yang menggunakan layar sentuh.

Selain itu, kontrol kemudi juga bisa dilakukan dengan layar sentuh yang terintegrasi dengan kaca depan mobil. Jadi mereka berharap semua informasi dan fitur yang ada di mobil mulai dari radio hingga peta navigasi bisa terlihat di kaca depan mobil.

Dengan begitu, pengemudi pun jadi tidak perlu memalingkan matanya dari jalan ketika ingin menikmati atau mengontrol fitur ini ketika dalam perjalanan.

Ide dasar pengembangan teknologi ini sebenarnya cukup simpel, yakni makin marak dan majunya teknologi yang ada di ponsel membuat para pengendara menarik perhatianya dari jalan ke ponsel mereka, kemudi dengan layar sentuh dan kaca mobil fungsional ini diharapkan bisa mempertahankan perhatian pengendara.

Albrecht Schmidt, seorang profesor ilmu komputer yang bekerja pada proyek ini seperti detikOto kutip dari physorg, Senin (13/6/2011) berkeyakinan bahwa dengan menciptakan roda kemudi ini, pengendara akan dapat menghabiskan waktu untuk lebih fokus di jalan.

Roda kemudi ini terbuat dari akrilik yang memiliki tebal 11 milimeter yang dikelilingi dengan LED inframerah. Ada sebuah kamera infra merah yang melekat pada dasar akrilik yang mendeteksi refleksi ketika layar disentuh.

Selain itu, gerakan juga dapat dilakukan pada layar tanpa pengemudi harus menyentuhkan tangan mereka dari kemudi.

Untuk membuat prototipe, peneliti meminta peserta membuat gerakan tubuh mereka dalam rangka menciptakan perintah isyarat untuk 20 perintah. Gerakan seperti mencubit dua jari untuk memperbesar tampilan di layar juga telah disertakan dalam pengetesan.

Begitu para peneliti sudah menetapkan semua perintah umum yang berbeda serta mendata gerak tubuh yang biasa dilakukan pengemudi, para peneliti kemudian mengajak peserta menguji roda setir ini dalam simulator.

Dan hasilnya, data dari penelitian menunjukkan bahwa prototipe roda kemudi ini secara signifikan dapat mengurangi jumlah waktu pengendara dari sesuatu yang mengalihkan pandangan dari jalan.

Di jalan, para peneliti juga percaya kalau teknologi mereka ini dapat dikombinasikan dengan teknologi yang dapat memeriksa kondisi jalan dan lalu lintas dan memberi peringatan waspada waspada kepada sopir.

Prototipe roda kemudi inovatif ini telah dipresentasikan pada Conference on Human Factors in Computing Systems. Para peneliti pun dikabarkan sedang melakukan pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan otomotif untuk melihat kemungkinan mengaplikasi teknologi ini ke dalam kendaraan dalam waktu dekat.